Pages

Wednesday, June 27, 2012

Knalpot Titanium R9, Lebih Ringan 40 Persen

Knalpot Titanium R9, Lebih Ringan 40 Persen





























Kabar gembira bagi penyuka adu kebut. Kini knalpot bahan titanium siap dijajakan untuk motor lokal. Material racing kelas tinggi itu diproduksi brand R9 (Racing Generation).


Bahan titanium memiliki beberapa keuntungan. “Selain enteng, mudah melepas panas dan mampu meredam suara,” tegas Sjafri Ganie alias Jerry, juragan knalpot R9.

Di soal bobot, titanium jauh lebih ringan dibanding besi atau stainless steel. “Bedanya bisa lebih enteng 40%,” yakin Jerry yang sudah mendatangkan bahan titanium dengan nilai investasi di atas Rp 10 miliar itu.

Bobot yang ringan mampu memapas berat kendaraan. Rata-rata pembalap IndoPrix beratnya lebih 10 kg dari regulasi minimal. “Pakai titanium bisa dipangkas,” semangat Jerry yang berencana bikin komponen lain dari titanium seperti as komstir, segitiga, pelek dan baut.

Knalpot titanium mampu bikin stabil panas mesin. Suhu tidak naik-turun. “Begitu mencapai 5 menit, suhu knalpot stabil sampai digeber berjam-jam,” pede Jerry yang juga juragan knalpot Noby.

Suhu yang cepat stabil, performa motor tetap terjaga. Tanpa perlu pemanasan lama. Paling penting lagi, performa mesin tidak mudah ngedrop karena suhunya yang stabil.

Dari hasil pengukuran menggunakan dynotest di mesin bebek 110 atau 125 cc, power mesin meningkat. Sekitar 0,2 sampai 0,3 dk. Kalau menggunakan dynotest merek lain, bisa lebih besar lagi. Kenaikannya bisa mencapai 1 dk.

Paling penting lagi, menggunakan knalpot titanium juga bisa mengurangi suara berisik dari motor balap. “Karena mampu meredam sampai 30%,” teori pria yang beken dengan merek Ker Ker ini.

Jajal di seri awal IndoPrix lalu di Sentul, suara paling adem. Jauh lebih sunyi dibanding pakai bahan stainless steel.

Asyiknya knalpot dengan material wahid ini akan dijual dengan harga terjangkau. “Bedanya tidak jauh,paling Rp 2 00-300 ribu dibanding stainless steel,” jelas pria yang sudah puluhan tahun menekuni bisnis knalpot ini.


Klem tahan melengkung
Seperti knalpot buat Ninja 250R, paling mahal dibanderol Rp 5 juta. Coba bandingkan dengan pipa buang buatan luar negeri yang bisa 2 kali lipat lebih.

Bebek dan skubek juga siap diproduksi. Begitu juga untuk moge yang akan tetap diproduksi sebagai brand image, seperti untuk Yamaha R6.

Bahan titanium yang digunakan tidak sebatas di leher atau silencer. Semua bagian knalpot dibuat dari titanium. Termasuk kawat las yang dipergunakan ketika mejahit saluran buang itu.

Sementara untuk bahan titanium yang dipakai, warna birunya alami. Tidak dibuat dengan proses yang disengaja. Begitu kena panas, sudah langsung biru.

Lisensi Leo Vince

Bukan tanpa alasan kalau Jerry berani investasi gede-gedean. Karena sudah dipercaya pemegang merek knalpot Leo Vince asal Italia. Untuk memproduksi knalpot merek mereka di Indonesia.

Merek Leo Vince sudah sangat beken di dunia racing. Pihak R9 dipercaya memproduksi knalpot untuk moge. Kalau bebek dan skubek masih tetap R9.

“Teknologi, bahan dan proses produksi juga harus sesuai standar Leo Vince. Makanya tukang las juga harus kursus di Australia,” jelas pedagang yang sering keluar negeri ini sambil bilang kalau beberapa mesin di pabriknya disuplai langsung dari Leo Vince. Hebat!

sumber, (motorplus-online.com)

No comments:

Post a Comment